Sekolah & Keluarga

Di jaman modern seperti ini banyak sekali sekolah yang sangat begitu tidak adil, bukan sebagai lahan anak-anak untuk membebaskan jiwa, mengembangkan bakat, tempat yang menyenangkan, tapi malah menjadi salah satu tempat yang membuat anak menjadi tertekan, depresi, stress, hingga membuat anak menjadi nakal. Tidak cuma itu dalam keluarga sendiri juga mengalami perubahan yang buruk, banyak anak yang saat ini berpikir bahwa rumah, keluarga hanya untuk tempat tidur saja, bukan tempat untuk berlindung menyelesaikan masalah, atau hal yang lainnya.

Sekolah saat ini juga sering kali memungut bayaran untuk pendidikan, namun untuk anak yang tidak bisa membayar gimana? Jadi jika begini hanya beberapa anak saja yang berhak mendapat pendidikan. Padahal dalam hukum, semua anak orang berhak mendapat pendidikan. Bahkan juga anak mendapat pendidikan juga sering kali mendapat tekanan yang besar di sekolah, karena paksaan dari guru. Sebagian besar guru sering kali merendahkan anak, padahal untuk anak jaman sekarang yang diperlukan adalah pujian, dan motivasi. bukan malah perendahan.

Tidak cuma itu di dalam keluarga modern sendiri juga tidak sedikit yang sering memberikan tekanan yang besar kepada anak. Misalnya jika anak mendapat nila buruk malah dimarahi, dicaci terus-menerus, ini bukan jalan keluarnya, seharusnya banyak orang tua memberika pujian, motivasi yang mampu membuat anak menjadi lebih giat belajar dan merasa senang dengan belajar.

Bahkan kebanyakan orang tua juga salah mendidik, salah satunya sering memperhatikan anak bukan berarti bila anak salah sedikit langsung dimarahi, jangan langsung marahi tetapi perhatikan sikap anak mengapa bisa melakukan kesalahan. Namun dalam artian sering memperhatikan anak adalah sering kali memberikan pujian, motivasi, dan hargai apa saja yang dilakukan si anak. Dan juga ingat

“Jangan terlalu melihat keburukan/kekurangan anak, tapi coba lihat kelebihan/bakat anak.”

Dan juga si anak bisa berontak dan melawan karena tidak merasa dihargai oleh orang tuanya, bahkan bisa juga si anak malah bergabung dengan lingkungan yang tidak baik. Dan juga yang paling ditekankan adalah bakat si anak agar mampu mencapai kesuksesan.

Fokus pada bakat bukan pada kekurangannya itu adalah kunci sukses

Anak sendiri itu juga memiliki batasan mental, bukan seperti mesin yang mampu dilakukan apapun.

Sekolah seharusnya membebaskan jiwa, bukan mencetak kelas pekerja

Akhir kata ini adalah pesan yang bisa aku berikan:

“Semua orang punya kunci didalamnya. Ketika kita muda, ada banyak keberanian dan pujian. Untuk membantu kita menghadapi rintangan. Kita tidak pernah sadar betapa beruntungnya kita waktu itu. Sesuatu berubah seiring waktu. Pujian dan semangat berubah ketika kita dewasa. Semua orang menutup dirinya sendiri. Memberi keberian dan pujian, melihat kebaikan orang lain. apakah itu sulit? Semua orang perlu semangat. Tapi kenapa terkadang kita takut untuk memberikan pujian?

Di dalam setiap anak ada malaikat dan setan. Cari malaikatnya dan kualitas terbaik akan muncul. Tidak banyak kebenaran dalam mengatakan, “sumber daya yang digunakan secara salah akan menjadi sia-sia” dan “sampah yang digunakan dengan benar akan menjadi sumber daya”

Apresiasi adalah kekuatan luar biasa…kekuatan luar biasa ini mungkin menjadi hasil dari kata-kata yang kau katakan, atau tindakan, atau ekspresi kecil. Kau tidak tahu apa yang sudah kau ubah…”

Seorang yang memiliki minat di bidang IT, khususnya kecerdasan buatan, data, dan pengembangan perangkat lunak/keras. Selain itu bekerja sebagai programmer dan memiliki kesukaan bergabung dalam kegiatan sosial.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.