Sehari Semalam Jadi Wartawan

Kembali lagi dengan Sulthonul Mubarok, sudah sekian lama tidak nulis lagi sudah setahun kalo ane hitung-hitung sih tidak nulis dari tahun 2011 bulan November. Dan sekarang nulis lagi di tahun 2012 bulan Januari, wkwkwkwkwk.

Nah gan sekarang ane mau nulis pengalaman ane yang yang satu ini, sebenarnya ane punya beribu-ribu pengalaman tapi hanya sedikit ane share. Pengalaman ane ini tentang wartawan, agan semua pasti sudah tau wartawan kan. Nah pengalaman ini sangat berharga dan membuat ane paham gimana rasanya menjadi wartawan.

Pengalaman ini ane rasain saat mengikuti kegiatan Sehari Semalam Jadi Wartawan yang diadakan oleh Radar Kediri. Kegiatan ini membuat ane jadi tau gimana proses pembuatan Koran dan pembuatan beritanya. Kegiatan ini sendiri dimulai liburan baru berlangsung.

Sebelum terjun ke lapangan untuk prakter jadi Wartawan ane dikasih pengarahan dan bimbingan singkat, padat, dan sejelas-jelasnya. Setelah dirasa cukup untuk pengarahan dan bimbingannya langsung deh menuju ke tempat liputan, yaitu di kebun Buah Naga. Sesampainya di lokasi langsung deh ane dan temen-temen yang lain cas-cis-cus wawancara dengan pemilikinya. (Harap wajar tulisan masih sangat buruk, bahkan bisa dibawah jelek/buruk.)

Setelah cas-cis-cus wawancara kami dipersilahkan untuk mencicipi buah naga tapi sayang tinggal sedikit, memang bukan rizeki. Setelah dirasa selesai peliputan kami langsung  kembali dan langsung melakukan penulisan berita. Setelah selesai menulis langsung dah ke acara berikutnya editing berita. Dari beberapa acara/kegiatan yang sudah kita-kita(ane & temen-temen) jalani ane mendapat banyak temen dan juga sudah mengalami berbagai canda dan tawa, hahahahahha.(Lucu-lucu)

 Setelah proses editing masih ada banyak acara sih, tapi untuk mempersingkat waktu langsung saja kita segera melihat proses Redaksi yang dikerjakan malam hari, yaitu proses editing dan desain. Kalo dilihat sih proses Redaksi sangat berat.

Seusai melihat proses Redaksi kita langsung menuju Temprina untuk melihat proses mencetak Koran. Dari beberapa kegiatan yang sudah ane jalani semua, begitu melelahkan sekali atau kuuuuueeesel (basa jawa asli nganjuk). Ngomong-ngomong soal Nganjuk sekarang ini Nganjuk lebih identik dengan kota dangdut dari pada kota angin, hal itu disebabkan karena Nganjuk memiliki talenta penyanyi dangdut yang banyak. Dan juga memiliki suatu grup dangdut yang sangat terkenal yaitu Sagita dengan kata-kata nya Asolole. Kata temen saya yang pernah ke Yogyakarta dan ke Jakarta banyak seklai orang yang mengatakan Asolole dan bahkan pedagang kaki lima yang menjual kaset-kaset itu sering memutar lagu dangdut Sagita.

Kok malah jadi mbahas Nganjuk sama Sagita sih…..???? nanti bisa-bisa mbahas Rock atau yang lain. Sudah, kembali ke topik kembali setelah selesai melihat-melihat proses mencetak kami langsung segera untuk makan malam tapi kenapa kok disebut makan malam padahal makannya dimulai pukul 1 pagi, seharusnya makan dini hari bukan makan malam, wkwkwkwkwk.

Untuk menu makan malam ini adalah makanan khas Kertosono, Nasi Pecel. Nasi Pecel memang sudah sangat terkenal, sampai-sampai artis yang sudah tampil di kota Kediri malah ingin makan Nasi Pecel dari pada makan makanan yang ada di restoran.

Kok kembali mbahas yang lain sih….???? Buat bingung orang bingung aja. kembali ke topik kembali setelah selesai makan dini hari kami kembali ke kantor Radar Kediri dan tidur, tapi untuk tidur yang satu ini saya tidak nyenyak karena hanya tiduk kurang dari 3 jam jadinya bersambung dulu deh untuk tidurnya kayak sinetron aja. Karena harus segera melakukan kegiatan yang selanjutnya, yaitu jualan Koran di pinggir jalan.

Setelah berjualan ane dan temen-temen langsung segera kembali lagi ke kantor Radar Kediri untuk pengumuman pemenang dan kembali ke rumah untuk ngelanjutin tidurnya. Dari pengumuman tersebut Alhamdulillah ane berhasil menang juara dua dalam kategori fotografer.

Sekian dulu untuk pengalaman yang ane share untuk kelanjutannya kapan-kapan saja kalo ada waktu.

Leave a Reply

Required fields are marked*