Rahasia Sukses Jepang

Rahasia Sukses Jepang

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami pada segenap penjumu dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa sesungguhnya (Al Quran) itu adalah benar.

QS Fushilat (Dijelaskan) 41:53

Pada dekade terakhir, produksi Jepang meningkat 2 kali lebih cepat dari Amerika Serikat. Kenyataan ini tentu tak dapat dipisahkan dari para pelaku bisnisnya, orang-orang yang memiliki andil besar di balik tingginya produktivitas itu. Berikut ini, kita akan melihat beberapa orang yang memiliki andil dalam kemajuan industri Jepang tersebut.

Sebutlah Akio Morita, pendirinya perusahaan raksasa Sony, penyuka olahraga golf, dan pengagum berat musik Beethoven. Favoritnya, Beethoven Symphony 9. Bahkan, di lapangan golf, ia bermain sambil mendengarkan musik kesenangannya itu dengan memasang loud speaker besar di lapangan golf.

Suatu saat, Morita berbicara kepada anak buahnya, “Saya membutuhkan alat kecil yang dilengkapi pengeras suara.” Tak lama kemudian, terciptalah walkman, dan Sony tercatat sebagai pencipta walkman pertama di dunia.

Sejarah awal berdirinya Sony dimulai pada 1947, saat Akio Morita memasarkan transistor buatan Sony, dilanjutkan dengan pemunculan perdana televisi berwarna, serta walkman, yang pertama kali dibuat di dunia. Produk Sony adalah terobosan yang mengguncang dunia Barat di bidang produksi harang-barang elektronik. Sony mengekspor sekitar 70% produk buatannya ke seluruh dunia. “Pasar kami adalah penduduk dunia,” kata Morita penuh semangat.

Morita berusia sekitar 60 tahun, kurus, rambutnya hampir seluruhnya berwarna kuning. Akan tetapi, ia nampak seperti lelaki muda yang baru berusia dua puluhan, karena semangatnya yang tak kenal kata lelah. Ia hidup penuh kesederhanaan dan menjunjung tinggi tradisi Jepang kuno yang mementingkan rasa kekeluargaan. Setiap hari, tepat pukul delapan pagi, ia telah tiba di kantornya, dengan mengenakan seragam yang sama seperti yang dipakai para anak buahnya. Perusahaannya pun selalu mensponsori kompetisi fisika dan matematika di Jepang, dan menjaring para penggila dua bidang itu untuk mengembangkan usahanya.

Setelah membaca kisah Akio Morita, sang jumawa perusahaan Sony, tentu Anda bertanya, apa sebenarnya kekuatan Akio Morita?

Akio Morita
Quotes – Akio Morita

Sekarang, mari kita amati karakter apa saja yang dapat ditemukan lewat kisah sukses Akio Morita tadi.

1. Kreatif
la menciptakan walkman

2. Teguh
la memiliki semangat yang tak kenal lelah

3. Kebersamaan
la selalu mengenakan seragam yang dikenakan para karyawan dan anak buahnya.

4. Berwawasan luas
la memasarkan produknya ke seluruh dunia.

5. Mandiri
Ia mendirikan perusahaan Sony dengan kekuatan sendiri.

6. Semangat belajar tinggi
Ia banyak mengadakan perlombaan dan kejuaraan, khususnya bidang matematika dan fisika.

7. Tidak materialistis
Ia tetap hidup dalam kesederhanaan dan rasa kekeluargaan.

Tokoh lain yang juga berperan dalam kemajuan industri Jepang adalah Makoto Kikuchi, Direktur Pusat Penelitian Sony, dan anak didik Akio Morita. Saat itu, ia mengakui bahwa dalam dunia komputer, perusahaan Apple Amerika masih yang terbaik di dunia.

Dalam sebuah rumah berbentuk bujur sangkar yang terbuat dari kayu dan kertas yang sederhana, Makoto Kikuchi tinggal bersama istrinya. Dengan kimono sederhana ia berlutut diatas tikar Jepang, ditemani istri yang begitu setia. Ia begitu asyik mengutak-atik komputer di hadapannya.

Motto hidupnya adalah research makes the difference. Keseriusan dan ambisi Makoto Kikuchi tergambar dari mottonya yang ditulis pada setiap truk perusahaan, sebagai penambah semangat kerja serta ajakan kepada semua orang untuk berpikir lebih maju. Satu ambisinya yang belum terealisasi adalah membuat komputer yang dapat berbicara dalam bahasa Jepang, sehingga para pengguna komputer di Jepang dapat bercakap-cakap dengan komputernya.

Setiap minggu pagi, Makoto menyantap sarapan paginya bersama Akio Morita dan Direktur Marketing Sony. Setiap hari kerja, mereka selalu mengenakan seragam yang sama seperti 35.000 karyawan lainnya. Hubungan yang begitu wajar dan akrab antara pemimpin dan peneliti ini jarang ada di Amerika dan Eropa.

Cerita lain dari kemajuan Jepang adalah Kyoto Ceramics. Perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan microchips ini terbilang yang terkuat di dunia. Omsetnya 400 juta US Dollar dengan keuntungan 12% setelah dipotong pajak. Kyoto memiliki tujuh buah perusahaan di Amerika Serikat, tiga lainnya di Jepang. Inamori, pemimpin Kyoto Ceramics menganggap dirinya sebagai karyawan biasa. Cara hidupnya sederhana dan ia memandang rendah kemewahan. “Setiap barang harus ada fungsinya,” kata Inamori.

Gamo adalah nama salah satu pabrik Kyoto Ceramics yang berjarak 50 km dari Kyoto. Setiap pukul 8 pagi, diadakan sebuah rutinitas yang cukup mencengangkan masyarakat awam kita, karena unik dan jarang ada. Di Gamo, setiap paginya, di dalam sebuah aula yang sangat besar, seluruh karyawan dikumpulkan. Dengan berseragam biru, mereka berdiri tegap bagaikan seorang prajurit. Seorang karyawan yang bertindak sebagai pemberi aba-aba berteriak, “Berdiri!” Kemudian, mereka serentak berdiri. Salah seorang lelaki melangkah ke tengah dan membacakan laporan pekerjaan bulan lalu. Setelah selesai, ia menambahkan beberapa pesan seperti: “Tingkatkan produksi, mutu, dan turun biaya!” Lalu, ia memanggil 5 orang maju ke depan, untuk diberi hadiah karena menyumbangkan gagasan yang paling baik bagi perusahaan di bulan sebelumnya. Seluruh karyawan, dari insinyur sampai buruh pabrik, diundang untuk menyumbangkan gagasannya untuk lebih memajukan produktivitas dan efisiensi pada bidang-bidang yang berkaitan dengan kehidupan perusahaan.

Pengumpulan ide tersebut juga dilakukan di perusahaan Canon, dimana sekitar 146.242 buah gagasan dikumpulkan dalam setahun. Apa hasilnya? Dengan menjalankan gagasan-gagasan tersebut, perusahaan mampu berhemat lebih dari 7 juta yen. Sebulan sekali mereka berkumpul pengalaman memberi laporan pekerjaan, serta bertukar pengalaman dan mutu pekerjaan mereka.

Ada lagi cerita yang juga akan memukau kita. Di kaki Gunung Fuji ada robot yang mampu membuat robot dengan rapi dan terprogram. Beberapa pekerja manusia yang terdiri dari beberapa grup berisi 5-6 orang membaca lembaran kertas besar yang keluar dari terminal robot dan memeriksa hasil kerja para robot. Seorang ‘guru’ diizinkan menghentikan pekerjaan robot dengan menekan tombol merah, bila ada hal yang kurang beres. Hasilnya, hanya ada 0,1% produk yang cacat. Bandingkan dengan hasil produksi yang sama di Eropa, dimana terdapat sampai 20% produk yang apkir. Ini sungguh mencengangkan.

Di Canon, ada budaya yang unik, yaitu antarpekerja sama-sama saling menundukkan kepala sama rendahnya, dan sama dalamnya. Percakapan diantara mereka begitu ‘dekat’ yang seringkali membuat orang-orang Perancis dan Inggris heran. Mereka tidak membeda-bedakan tingkatan di antara mereka.

Canon
Canon

Kaku-san atau Tuan Kaku adalah nama Presiden Direktur Canon. Tuan Kaku mampu menjelaskan secara detil tentang target keuangan dan teknik yang ingin dicapai perusahaan tersebut. Bahkan, kepala serikat buruh Canon meyakinkan majikannya, bahwa keberhasilan Canon juga merupakan kepuasan bagi seluruh karyawan, dan mereka ingin bekerja sama sepenuhnya bersama para direksi.

Allah-lah yang telah menciptakan tujuh langit dan bumi. Seperti itu pula perintah Allah berlaku padanya, supaya kamu mengetahui bahwa Allah itu Maha Kuasa atas tiap tiap sesuatu dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.

QS Ath-Thalaaq (Perceraian) 65:12

Sekarang marilah kita pelajari lagi bersama-sama, karakter apakah yang ditunjukkan oleh para pebisnis dan sesungguhnya pembaharu industri Jepang tersebut.

1. Jujur
Ini terungkap dengan pernyataan Makoto Kikuchi yang mau mengakui kelebihan produk Apple buatan Amerika.

2. Ingin dirinya bermanfaat
Ini ditunjukkan oleh Makoto dengan ambisinya membuat komputer yang mengerti bahasa Jepang agar orang Jepang bisa berbicara dengan komputer.

3. Semangat mencipta
Makoto adalah ahli microprocessor yang selalu ingin mencoba dan belajar. Semangatnya tertuang dalam mottonya: research makes the difference.

4. Empati dan kerja sama
Makoto sering makan bersama atasannya, dan mengenakan seragam yang sama dengan 35.000 karyawan perusahaan Sony lainnya.

6. Rendah Hati
Inamori pemimpin Kyoto Ceramics tetap menganggap dirinya sebagai karyawan biasa.

7. Azas manfaat
“Setiap barang harus ada fungsinya,” kata Inamori.

8. Berterima kasih
Memberi penghargaan kepada orang yang berjasa di Gamo, salah satu pabrik Kyoto Ceramics.

9. Disiplin
Ini ditunjukkan di Gamo dengan disiplin ketentaraan dan kewajiban melakukan rutinitas pagi bagi seluruh karyawan pabriknya.

10. Suka memberi
Para karyawan dengan suka hati memberikan gagasan demi kemajuan perusahaan.

11. Mau Mendengar
Sebulan sekali mereka bertemu untuk bertukar pikiran.

12. Teliti
Hanya 0,1% hasil produksi di Sony yang cacat.

13. Kebersamaan yang kuat
Tidak suka membeda-bedakan atasan ataupun bawahan.

Itulah rahasia sukses orang-orang Jepang yang dapat kita ambil segi-segi positifnya, berupa 12 sikap yang amat beretika.

Sesungguhnya Tuhanmu memiliki anugerah yang diberikan di masa hidupmu tetapi kamu sendirilah yang menghalanginya.

Al-Hadits

Tags: ,

2 Comments

  1. orang jepang juga sangat menghargai waktu

  2. Menginspirasi (y)

Leave a Reply

Required fields are marked*