Pemimpin Yang Diimpikan Rakyat

Dalam keadaan zaman sekarang banyak masyarakat di dunia yang mendambakan pemimpin yang banyak bekerja di lapangan dari pada di kantor. Sebut saja contohnya Presiden Pertama Amerika Serikat, George Washington yang mampu menyatukan daerah yang bertikai di berbagai Amerika Serikat dan tidak mau mendapat masa jabatan yang kedua kalinya.

Kepemimpinan
Sumber: http://elmoefendo.files.wordpress.com/2011/09/leadership.jpg

Tidak George Washington saja yang mampu menjadi contoh yakni seperti Presiden Iran, Ahmadinejad yang tidak mau mengambil gajinya, dan hanya menerima gaji dari pekerjaannya sebagai Dosen. Ahmadinejad juga merupakan orang sangat sederhana, buktinya dia pernah tidur hanya beralaskan karpet, dan berkat kepemimpinannya Iran menjadi macan Asia dan negeri yang terpandang di dunia.

Presiden Chile, Sebastian Pinera yang selalu menemani para petugas yang sedang mengevakuasi 33 penambang yang terjebak akibat gempa bumi. Selama 69 hari itulah sang pemimpin tersebut juga sedikit membantu dan terus menemani di lokasi  tersebut hingga penambang terakhir berhasil di selamatkan. Media Republika melansir ucapan sang presiden “Saya adalah presiden yang bangga dengan rakyat saya.”

Dan Pinera kembali mengatakan bahwa “kebersamaan, solidaritas, kerjasama, dan iman tak tergoyahkan” adalah semangat yang ada dalam benak para penambang. Dan sekarang ini sedang menjadi berita hangat oleh para media yakni Walikota Solo, Joko Widodo atau yang lebih dikenal dengan Jokowi ini sukses menjadi nominasi Walikota Terbaik di Dunia setelah berhasil membuat Solo menjadi kota yang damai, indah, makmur, dan sejahtera.

Walikota yang terkenal dengan tidak senangnya ada Mall ini sukses melipat gandakan pendapatan kota menjadi 20 miliar lebih, dan yang membanggakan lagi dirinya lebih banyak bekerja di lapangan dan hanya 1-2 jam/hari saja di kantor. Bahkan bapak Jokowi sendiri tidak menggambil gajinya selama dua periode kepemimpinannya.

Untuk menjadi pemimpin seperti contoh di atas pastilah kita harus bisa memimpin diri sendiri dan memiliki kepribadian yang baik.

Dalam buku You Are A Leader, Arvan Pradiansyah memberika ‘tiga cara bagaimana cara menumbuhkan kepemimpinan dalam hidup kita’ .

Pertama: Nasib kita akan bergantung pada diri kita, Tuhan sendiri tidak akan mengubah nasih kita bila kita tidak merubahnya.

Kedua: Kita harus tahu apa yang paling penting dalam hidup kita, dan hanya kitalah yang tahu apa yang paling kita butuhkan.

Ketiga: Kita harus banyak bekerja, dan hanya tahu saja, kita harus mampu melakukannya, agar lebih tahu hasilnya.

Dan negeri ini sedang membutuhkan pemimpin seperti itu untuk menjadi Presiden dan membrantas korupsi yang sudah membudaya di negeri ini. Bahkan Indonesia juga bisa bisa disebut negeri yang sedang krisi kepemimpinan, namun hal itu mampu di atasi dengan beberapa pendapat yang mampu mengatasi krisi kepemimpinan ini. Seperti:

“Leadership is an action not position” (Donald H. McGannon)
“Kepemimpinan adalah aksi bukan posisi/jabatan.”
Maksud dari pernyataan Donald H. McGannon adalah untuk menjadi pemimpin kita tidak perlu menjadi seorang gubernur, bupati, walikota, presiden, atau jabatan apapun. Namun kita bisa menjadi pemimpin dalam segala posisi seperti sebagai ibu rumah tangga, pembantu, bahkan pengangguran sekalipun. Contohnya kita bisa melakukan dari hal kecil dahulu dan akan menjadi besar, bayangkan bila semua orang di dunia mampu menyapu halam dengan rumah mereka pasti bumi ini akan bersih.

 

Misalnya ada seseorang yang sedang menyapu di rumah dan ada orang lain yang melihat, dan akhirnya orang tersebut juga ingin menyapu juga dan akan terus menerus hingga orang dari orang lain dan orang lain lagi akan merasa ingin melakukan hal yang sama. Contoh lainnya, Bila kita berbuat baik maka kebaikan itu akan kembali lagi kepada kita.

 

Ada beberapa pernyataan lagi seperti dari Donald H. McGannon yakni:

“If we keep doing what we are doing. We will keep getting what we are getting.” 

(Stephen Covey)
“Jika kita tetap melakukan apa yang kita lakukan. Kami akan terus mendapatkan apa yang kita mendapatkan.”
Maksudnya bila kita melakukan yang sama setipa hari tanpa ada perubahan maka kita akan mendapatkan hal sama setiap harinya.

10 Comments

  1. You are Smart generation, salam kenal kembali, tanks for coming … 🙂

    1. Sulthonul Mubarok

      thaks.. 😀

  2. pak jokowi kalo maju capres saya coblos..!

    1. Sulthonul Mubarok

      sayang gan kayaknya klo jadi maju, saya gag bisa coblos…

      Soalnya belum bisa dapet KTP hehehe….

  3. sayang sekali,mas mubarok, negeri kita sudah hampir 67 tahun merdeka, tapi kini belum punya pemimpin yang benar2 merakyat.

    1. Sulthonul Mubarok

      iya pak sawali…

  4. waahh..anak muda yg potensial nih. siapa tau calon pemimpin itu elo dek Sulthon 😉

    1. Sulthonul Mubarok

      amiiinn

  5. betul mas.. lebih baik jadi leader daripada boss 😀
    dan hidup harus keluar dari zona nyaman untuk berkembang

  6. sekarang kita selalu merindukan figur pemimpin yang tulus dan bersahaja….seperti pak jokowi itu…

Leave a Reply

Required fields are marked*