Motivasi Puasa

Assalamualaikum Wr. Wb.

Waktu awal mulai bulan Ramadhan insyaallah tinggal beberapa jam lagi. Namun kita perlu menunggu hasil dari sidang Isbat yang akan digelar oleh Menteri Agama dan insyaallah akan dilaksanakan setelah magrib nanti. Agar mampu menjalani puasa dengan baik dan penuh takwa.

Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

“Barang siapa yang puasa Ramadhan dengan iman dan pengharapan (pahala), diampuni dosa-dosa yang telah lampau.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Tidak cuma itu saja yang didapat oleh orang yang berpuasa dengan sungguh-sungguh karena Allah ketika bulan Ramadhan. Maka pahalanya akan berlipat ganda. Terutama ketika kita melakukan amalan sunnah. Sebelum berpuasa yang paling terpenting yakni niat karena Allah. Dengan begitu maka kita akan mendapat pahala yang berlipat ganda.

Dan juga selama bulan Ramadhan dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al Qur’an. Ada hadist yang mengatakan bahwa:

“Bacalah Al-quran karena sesungguhnya Al-quran itu nanti pada hari kiamat akan datang untuk memberi syafa’at kepada orang yang membacanya.” (H.R. Muslim)

Ada juga barang siapa yang mengerjakan shalat malam/tahajjud maka akan bertambah pahalanya dan rezekinya. Terutama bila ditambah dengan bersedekah. Dan sedekah merupakan sebuah kedermawanan dan kedermawanan adalah salah satu sifat Allah Ta’ala.

“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744)

Dan juga ketika malam hari dianjurkan kepada setiap muslim untuk mengerjakan shalat tarawih Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa sholat tarawih dengan dilandasi keimanan dan mengharap pahala dari Alloh maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhori dan Muslim).

Ketika berpuasa kita tidak hanya menahan makan dan minum saja, melainkan menahan amarah, perbuatan jelek, dan terutama berkata kotor. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW :

”Berpuasa bukan hanya (menahan) dari makan dan minum, sesungguhnya berpuasa dari lagwun (perbuatan yang sia-sia) dan rofats (perkataan yang kotor)…( HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Hakim)

Mempererat tali silaturahmi kepada sesama merupakan salah satu amalan sunnah yang baik juga. Terutama saat bulan suci Ramadhan, dan juga bila kita memberi ifthar kepada orang yang berpuasa maka kita akan mendapat pahala orang tersebut. Tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Hal ini seperti sabda rasulullah:

“Barang siapa yang memberi ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (HR Bukhari dan Muslim)

Ketika pada akhir bulan Ramadhan kita dianjurkan untuk ber i’tikaf. Melakukan i’tikaf dianjurkan untuk dilakukan 10 hari terakhir bulan Ramadhan, karena menurut Nabi Muhammad SAW malam lailatul qadar akan jatuh pada malam-malam 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan. Dengan mengkhususkan diri berdiam selama beberapa hari di masjid untuk lebih ber mujahadah dalam ibadah, maka hal ini juga sebagai bentuk latihan pembentukan diri menjadi hamba Allah yang sedang mendekati Rabb nya. 

”Bila telah memasuki 10 malam terakhir bulan Ramadhan, Nabi SAW menghidupkan malam, membangunkan keluarganya (isterinya) dan meninggalkan isterinya (tidak berhubungan suami isteri).(HR Bukhari dan Muslim).

Demikian hal insyaallah dianjurkan untuk dilakukan ketika berpuasa di bulan suci Ramadhan. Dan bila ada salah tulis atau kesalahan mohon maaf yang sebenarnya dan mohon segera dibetulkan dengan berkomentar di bawah.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

4 Comments

  1. alhamdulillah dapat banyak motivasi disini… terima kasih sudah berbagi

    1. Sulthonul Mubarok

      iya sama2 😀

  2. Marhaban Ya Ramadhan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 😀

    1. Sulthonul Mubarok

      selamat menunaikan ibadah juga mas…:)

Leave a Reply

Required fields are marked*