Bangun Generasi Emas Untuk Indonesia Emas 2045

Pemuda adalah sebuah kata yang kharismatik untuk dibayangkan dan didengar. Kata ini juga memiliki definisi yang sangat indah untuk dijelaskan. Founding father kita Ir. Soekarno pernah berkata “beri aku sepuluh orang pemuda maka akan ku guncang dunia!”. Musthafa Al‑Ghulayyani dalam kitab Jazariyyah juga mengatakan bahwa “Sesungguhnya di tangan pemuda hari ini adalah perkara-perkara umat dan masa depan umat ada pada pemuda hari ini”. Hingga Ali bin Abi Thalib pun pernah berkata “Bukanlah pemuda yang mengatakan bahwa inilah ayahku, sesungguhnya pemuda adalah mereka yang berkata inilah aku”.

Dari berbagai penjelasan tentang pemuda yang begitu indah dari para tokoh tersebut diketahui bahwa pemuda memiliki peranan penting dalam kemajuan suatu bangsa dan negara karena pemuda merupakan pewaris dan penerus bangsa dan negara. Pemuda selalu berperan penting dalam setiap perubahan kondisi masyarakan, bangsa, dan negara. Mulai dari peran pemuda dalam menegakkan keadilan hingga peran pemuda dalam menolak kekuasaan.

Sejarah juga telah membuktikan bahwa peran pemuda sangat penting dalam kemajuan suatu bangsa, sebut saja bagaimana Amerika bisa menjadi negara adidaya seperti sekarang karena kualitas pemudanya seperti Benjamin Franklin, Alexander Hamilton, George Washington, James Madison, John Adams, Thomas Jefferson, dan John Jay. Di tangan merekalah Amerika mampu menjadi negara adidaya seperti sekarang ini. Kemudian pada sekitar abad ke-20, dunia dan Amerika sempat dikecam oleh ketakutan Perang Dingin, John Fitzgerald Kennedy pun hadir menjadi pemimpin muda di era 1960an yang diharapkan untuk menghentikan Perang Dingin.

Kemudian sejarah islam juga membuktikan bagaimana peran pemuda sangat penting dalam suatu peristiwa penting. Ketika di zaman Rasulullah SAW, beliau pernah mengangkat profil‑profil anak muda yang maju sebagai tokoh‑tokoh pergerakan Islam, misalnya Panglima Usamah yang kala itu berusia 17 tahun diangkat sebagai panglima untuk melakukan ekspansi penyebaran islam. Kita juga pernah mengenal Muhammad Al Fatih, seorang pemuda yang berhasil memperluas pengaruh Turki Utsmaniah pada abad ke-15 silam dan menaklukkan ibukota Romawi, Konstantinopel sekarang Istanbul.

Sedangkan dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia, peran pemuda selalu menjadi sangat penting dan strategis dalam setiap peristiwa yang terjadi. Ketika memperebutkan kemerdekaan dari penjajah Belanda dan Jepang, para pemuda Indonesia seperti Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Sutan Sjahrir, Bung Tomo, dan lain-lain rela mengorbankan dirinya demi kemerdekaan bangsa dan negara. Pasca kemerdekaan, pemuda juga selalu menjadi people make history (orang yang membuat sejarah) mulai dari ketika menjatuhkan rezim Soekarno (orde lama), hingga menjatuhkan rezim Soeharto (order baru).

Dari berbagai peristiwa bersejarah tersebut telah membuktikan bahwa para pemuda merupakan agent of change, orang yang membawa perubahan karena sikapnya yang peduli terhadap problematika yang berkembang di masyarakat. Dikarenakan kecenderungan sikap pemuda untuk antusias terhadap berbagai problematika, isu, dan memiliki idealisme yang terkandung di dalam jiwa dan pikiran mereka tersebut, mereka menjadi harapan bagi masyarakat Indonesia untuk mengubah bangsa ini menjadi bangsa yang maju, mandiri, dan kuat.

Saat ini masyarakat Indonesia berharap besar terhadap para pemuda penerus bangsa ini. Terlebih Indonesia akan mencapai momentum istimewa yaitu bonus demografi yang diperkirakan muncul pada tahun 2020-2045. Ida Bagus Permana selaku Deputi Bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKBN menyampaikan bahwa Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70%-nya dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045. Jika bonus demografi ini tidak dimanfaatkan dengan baik akan membawa dampak buruk terutama masalah sosial seperti kemiskinan, kesehatan yang rendah, pengangguran, dan tingkat kriminalitas yang tinggi.

Melihat dari fakta yang akan dihadapi Indonesia tersebut bonus demografi memang tidak bisa dihindari. Jadi untuk menghadapi fenomena ini tergantung bagaimana sikap semua pihak mulai dari masyarakat hingga pemerintah menghadapi bonus demografi ini. Pemerintah sendiri melalui dokumen Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang disusun oleh Menko Perekonomian dicanangkan bahwa Indonesia pada tahun 2025 akan menjadi negara maju, mandiri, makmur, dan adil dengan pendapatan per kapita sekitar 15000 dollar AS serta diharapkan menjadi kekuatan ekonomi 12 besar dunia. Kemudian pada tahun 2045 mendatang Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu dari 7 kekuatan ekonomi terbesar di dunia dengan pendapatan per kapita sebesar 47000 dollar AS. Masterplan ini memang disiapkan untuk menghadapi bonus demografi yang mana 70% penduduk Indonesia adalah penduduk usia produktif yaitu 15-45 tahun atau bisa dikatakan didominasi oleh para pemuda. Masalahnya seperti apakah kualitas para pemuda pada saat itu, dan sekali lagi para pemuda dipertanyakan kembali sudah siapkah mereka mengemban tanggung jawab mereka sebagai seorang pemuda?

Pemuda

Namun kenyataannya pemuda saat ini masih belum siap untuk menggapai momentum menuju Indonesia emas di tahun 2045, karena kondisi pemuda saat ini mengalami degradasi moral, terlena terhadap kenyamanan saat ini sehingga lupa akan tanggung jawabnya sebagai seorang pemuda. Mulai dari sikap, sosial, hingga perilaku sudah tidak lagi mencerminkan sebagai seorang pemuda yang menjadi teladan yang baik kepada masyarakat. Apalagi soal urusan kondisi sosial masyarakat, pemuda saat ini tidak peka akan hal te1rsebut. Bahkan dalam hal akademik banyak mahasiswa tidak sadar bahwa dirinya merupakan seorang pemuda intelektual yang mampu memberikan pengaruh besar pada lingkungan di sekitarnya hingga memberikan perubahan menuju kemajuan bangsa.

Padahal kunci kemajuan Indonesia pada tahun 2045 mendatang tergantung pada bagaimana kualitas pemuda saat ini. Menghadapi kondisi tersebut perlu dilakukan langkah-langkah yang tepat disertai dukungan dari berbagai pihak untuk membentuk pemuda yang hebat, mandiri, inisiatif, kreatif, dan inovatif, sehingga menjadi generasi emas untuk Indonesia emas di tahun 2045 mendatang. Langkah-langkah untuk membangun generasi emas tersebut diantaranya adalah:

  1. Orang tua memiliki peranan penting dalam membentuk pemuda generasi emas yang hebat dengan memberikan kesempatan dan pembinaan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, sopan santun, menghargai, dan menghormati hak asasi setiap orang.
  2. Generasi emas dibentuk dari pendidikan yang berkualitas. Pendidikan berkualitas lahir dari para tenaga pendidik yang berkualitas juga sehingga mampu membentuk pemuda yang hebat dengan menanamkan pembelajaran mengenai pembentukan karakter yang baik disamping pengetahuan IPTEK. Tidak hanya ditanamkan pendidikan akademik maupun non akademik, tetapi juga diperlukan ketulusan hati dari berbagai pihak untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik.
  3. Pemerintah melalui kebijakan-kebijakannya juga ikut berperan penting dalam membentuk pemuda yang hebat. Kebijakan yang dapat diambil diantaranya: Pendidikan usia dini digencarkan dengan PAUD, peningkatan kualitas PAUD dan pendidikan dasar yang berkualitas merata, rehabilitasi gedung-gedung sekolah yang sudah tak layak pakai dan pembangunan gedung-gedung sekolah secara besar-besaran, intervensi peningkatan angka partisipasi kasar (APK) untuk SMA/sederajat dengan target sebesar 97% tahun 2020. Yang diperkirakan jika tanpa intervensi baru akan mencapai 97% tahun 2040, peningkatan APK perguruan tinggi dengan meningkatkan akses, keterjangkauan dan ketersediaan.
  4. Pemuda yang mampu menjadi generasi emas adalah pemuda yang mampu mengamalkan ilmunya untuk masyarakat. Hal ini sesuai dengan tuntunan islam bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Kemudian senada juga dengan pernyataan salah satu mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Padang 2015 yaitu “Setinggi apapun ilmu dan kepintaranmu, kamu harus ingat, bahwasanya ilmu dan kepintaranmu tidaklah berarti jika tidak dimanfaatkan untuk kemaslahatan seluruh umat manusia. Jadilah mahasiswa yang berguna dan berjaya untuk Indonesia yang lebih baik.” Dengan demikian bahwa ilmu yang telah didapatkan memang harus dimanfaatkan untuk masyarakat, namun permasalahannya adalah bagaimana pemuda bisa mengamalkan ilmu mereka untuk masyarakat? Jawabannya adalah dengan memberikan mereka kesempatan dalam program-program pengabdian di masyarakat. Tidak hanya itu pihak institusi pendidikan juga harus memberikan publikasi seluas-luasnya terhadap berbagai karya-karya ilmiah yang berhasil diciptakan oleh para mahasiswa, sehingga karya mereka dari hasil pengamalan ilmu yang telah mereka dapatkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
  5. Sebagai pemuda sudah seharusnya mencintai dan peduli terhadap budaya sendiri, hal ini juga mencerminkan kecintaannya terhadap bangsanya sendiri. Karena kecintaan inilah yang membuat suatu bangsa menjadi besar dan kaya dengan keanekaragamannya. Oleh karena itu pemuda yang berbudaya yang akan mampu menjadi sosok generasi emas yang siap memimpin Indonesia emas di tahun 2045 mendatang.
  6. Sikap berwirausaha juga menjadi penentu seorang pemuda mampu menjadi generasi emas yang mengantarkan bangsanya menjadi negara hebat. Kita pernah mendengar Apple, Microsoft, Google, Samsung, dan brand-brand terkenal lainnya yang mampu menjadi perusahaan terbesar di dunia. Perusahaan-perusahan tersebut didirikan oleh para pemuda yang berani untuk berwirausaha, pemuda seperti itulah yang sedang dibutuhkan oleh bangsa dan negara ini, untuk mencapai Indonesia emas di tahun 2045 mendatang. Untuk menciptakan pemuda seperti ini tentu perlu dukungan dari berbagai pihak baik secara material ataupun non material, bentuk dukungan tersebut seperti pemerintah memberikan kebijakan yang mendorong dan mendukung pemuda untuk berwirausaha misalnya yaitu kebijakan Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE). Melalui kebijakan ini para pemuda bisa memanfaatkannya untuk mulai berwirausaha dengan pembiayaan ekspor yang lengkap dan terpadu untuk modal kerja (Kredit Modal Kerja Ekspor/KMKE) dan investasi (Kredit Investasi Ekspor/KIE).
  7. Sikap seorang pemuda yang peduli terhadap lingkungan di sekitarnya juga dapat diartikan pemuda juga peduli terhadap masa depan bangsa dan negaranya. Dengan ikut menjaga dan peduli lingkungan juga merupakan usaha untuk tidak menggunakan/mengeksploitasi sumber daya alam yang artinya telah memberikan kesempatan kepada generasi selanjutnya untuk hidup lebih baik lagi.

Itulah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan pemuda Indonesia menjadi generasi emas yang siap untuk memimpin Indonesia emas di tahun 2045 mendatang. Jika langkah-langkah diatas sukses dijalankan oleh berbagai pihak, maka akan tercipta generasi emas yang mampu menolong Indonesia dari keterpurukan di berbagai bidang mulai ekonomi, sosial, hingga politik. Kesuksesan memanfaatkan bonus demografi ini sudah dibuktikan oleh Korea Selatan dan Jepang yang sukses mempersiapkan pemudanya untuk kemajuan bangsa dan negara, sehingga menjadikan kedua negara tersebut maju dan diperhitungkan di dunia seperti sekarang ini.

Leave a Reply

Required fields are marked*